Sebenarnya tidak ada yang heboh di hari ini, hanya saja saya terhipnotis untuk memposting sesuatu yang berkaitan dengan HIV/AIDS. Gak tau juga kenapa, bukan karena saya penderita HIV/AIDS [Alhamdulillah sob, c0z saya bknlah salah satu yg jadi penderitanya dan gak mau klo saya sampe jd penderitanya :)] dan juga bukan karena saya aktivis LSM HIV/AIDS, akan tetapi karena rasa kemanusiaan dan keprihatinan saya akan meluasnya penyebaran penyakit HIV/AIDS ini [halah, sok banget nih...
Informasi ini khususnya tentang HIV/AIDS dan upaya pencegahan penularan dan penyebaran virus ini melalui berbagai cara yang salah satunya cukup kontroversial menurut sebagian orang yang bikin saya gak tahan untuk mengoreknya.
Oke, yuk mari dibaca laporan hasil penelusuran saya dari berbagai daerah seputar peringatan HIV/AIDS berikut ini.
Poskota – Jakarta,
Sekitar 298 ribu orang Indonesia mayoritas kaum muda hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA). Dari jumlah ini berarti ada 8 orang kena AIDS per 100.000 penduduk. Demikian laporan tersebut seperti yang dikutip dari pernyataan Menko Kesra sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Agung Laksono saat membuka Pekan Kondom Nasional (PKN) 2009 di Ruang Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (30/11) pagi dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2009.
Masih dikesempatan yang sama, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi mengatakan, jumlah wanita Indonesia terinfeksi HIV meningkat tajam. Hal ini bukan karena mereka pelacur (PSK), tapi karena menikah dengan laki-laki yang kena HIV/AIDS. [koq bisa yak...
Mboi menjelaskan bahwa faktor pencegahan HIV dan AIDS yang utama adalah dengan pendidikan agama. Kedua adalah pendidikan dan pemberdayaan remaja untuk say no to drugs dan free sex. Ketiga adalah penjangkauan di tempat kerja dengan fokus lelaki dan yang terakhir adalah perlindungan perempuan dan remaja putri, (serta penggunaan kondom, benarkah???). [1]
Okezone – Bogor,
Lembaga sosial Drop in Center yang menangani penderita aids di kota Bogor dalam acara diskusi bersama para penderita aids, melaporkan sebuah data yang menyatakan ada sebanyak 46 penderita telah meninggal dari 600 penderita AIDS di Kota Bogor. Dalam diskusi ini Drop in Center mengajak para penderita AIDS untuk meningkatkan percaya diri dengan penyakit yang dideritanya, sehingga diharapkan tetap bisa berkarya dan bersosial dengan masyarakat sekitar. [2]
Poskota – Bandung,
Menyambut Hari AIDS se dunia sekitar 50 aktifis penanggulangan AIDS Kota Bandung menggelar aksi sosial melawan HIV/AIDS dengan membagikan bunga dan selebaran tentang HIV/AIDS.
Salah seorang aktifis HIV-AIDS dalam orasinya meminta masyarakat luas agar menghindari gaya hidup seks bebas. Sebab, antara 75 persen penularan HIV-AIDS terjadi karena hubungan seks bebas dan 10 persen dari itu, karena melakukan hubungan homoseksual. Sekitar 10 persen lainnya ditularkan melalui penggunaan jarum suntik dan sisanya melalui transfusi darah yang tercemar serta infeksi pada bayi yang penularannya biasanya dari ibunya. [3]
Okezone – Makassar,
Ratusan mahasiswa dari BEM Psikologi Universitas 45 dan UKI Paulus Makassar membagi-bagikan bunga, selebaran dan stiker kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Urip Sumoharjo Tol Reformasi.
Untuk mencegah meningkatnya penderita HIV/AIDS, lewat aksinya tersebut mahasiswa meminta agar masyarakat tidak melakukan seks bebas, setia pada pasangan dan secara sadar menjauhi narkoba. [4]
Ini yang paling aneh dan kontroversial….
Poskota – Semarang,
Sekitar 150 wanita penghuni Sunan Kuning, lokalisasi terbesar di Semarang itu turun
ke jalan mengenakan pakaian hitam di seputar bundaran Kalibanteng. Selain membagikan bunga dan selebaran, mereka juga mengajak masyarakat agar bersama-sama mencegah penyakit AIDS. Para PSK tersebut mencanangkan gerakan 100 % gunakan kondom dan mengajak masyarakat untuk tetap setia dengan pasangan masing-masing [walah walah apa gak aneh, makanya mbak2 ini jangan jd PSK dunk biar bapak2 hidung belang gak suka maen2 belangnya... :mrgreen:].
Katanya mereka sepakat tidak akan melayani tamu, kalau tidak pakai kondom, meski mereka memberi imbalan lebih [yang bener nih.... xixixi :lol:]. [5]
Lha Kesimpulannya apa gan???
Kesimpulannya adalah sebagai berikut:
- Jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia mengalami peningkatan yang pesat. [luar biasa sob, ini namanya presatsi... Lha gundulmu kui, prestasi itu yo yang baik2 gitu bukan yang kayak ginian]
- Banyak jalan penularan virus HIV ini, diantaranya melalui perilaku seks bebas dan penyimpangan seksual, penggunaan narkoba, transfusi darah yang terkontaminasi, dari ibu ke janin.
- Pencegahan penyebaran HIV/AIDS ini yang utama adalah melalui pendidikan Agama, pendidikan seks, menghindari perilaku seks bebas dan penyimpangan seksual, tidak mengkonsumsi narkoba, pemantauan kaum lelaki di lingkungan kerja serta perlindungan perempuan dan remaja putri [eitz... lha penggunaan kondom koq gak dimasukkan???.. ].
- Biasanya dalam aksi-aksi peringatan hari HIV/AIDS ini dibagi-bagikan bunga dan selebaran sob, [wealah... gak penting banget poin ini c0y...]
Sumber:
1. http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/11/30/298-ribu-warga-indonesia-hidup-dengan-hiv-aids
2. http://news.okezone.com/read/2009/12/01/338/280607/diskusi-renungan-isi-peringatan-hari-aids-se-dunia
3. http://www.poskota.co.id/bodetabek-plus/daerah/2009/12/01/kasus-hiv-aids-se-indonesia-jabar-tertinggi
4. http://news.okezone.com/read/2009/12/01/340/280570/340/jauhi-virusnya-jangan-jauhi-orangnya
5. http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/12/01/psk-semarang-peringati-hari-aids-2009