F I L A R I A S I S
Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas
WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun. Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.
Cara Penularan :
Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 ? 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah.
Pengobatan :
secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 ? 10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet ) ; pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual / selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat tergantung dari keadaan kasus.
Sumber : salah satu RS jakarta
Senin, 14 Desember 2009
Jumat, 04 Desember 2009
PNEUMONIA
PNEUMONIA
Pengertian Pnemonia
Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Terjadinya pnemonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia). Gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas sesak, karena paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau lebih pada anak usia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun. Pada anak dibawah usia 2 bulan, tidak dikenal diagnosis pnemonia.
Pneumonia Berat ditandai dengan adanya batuk atau (juga disertai) kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam (severe chest indrawing) pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun. Pada kelompok usia ini dikenal juga Pnemonia sangat berat, dengan gejala batuk, kesukaran bernapas disertai gejala sianosis sentral dan tidak dapat minum. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat ditandai dengan frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah ke dalam.
Penanggulangan penyakit Pnemonia menjadi fokus kegiatan program P2ISPA (Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Program ini mengupayakan agar istilah Pnemonia lebih dikenal masyarakat, sehingga memudahkan kegiatan penyuluhan dan penyebaran informasi tentang penanggulangan Pnemonia.
Program P2ISPA mengklasifikasikan penderita kedalam 2 kelompok usia:
Usia dibawah 2 bulan (Pnemonia Berat dan Bukan Pnemonia)
Usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun (2 bulan - Pnemonia, Pnemonia Berat dan Bukan Pnemonia )
Klasifikasi Bukan-pnemonia mencakup kelompok balita penderita batuk yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak menunjukkan adanya penarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Penyakit ISPA diluar pnemonia ini antara lain: batuk-pilek biasa (common cold), pharyngitis, tonsilitis dan otitis. Pharyngitis, tonsilitis dan otitis, tidak termasuk penyakit yang tercakup dalam program ini.
Pneumonia merupakan masalah kesehatan di dunia karena angka kematiannya tinggi, tidak saja dinegara berkembang, tapi juga di negara maju seperti AS, Kanada dan negara-negara Eropah. Di AS misalnya, terdapat dua juta sampai tiga juta kasus pneumonia per tahun dengan jumlah kematian rata-rata 45.000 orang.
Di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler dan tuberkulosis. Faktor sosial ekonomi yang rendah mempertinggi angka kematian. Gejala Pneumonia adalah demam, sesak napas, napas dan nadi cepat, dahak berwarna kehijauan atau seperti karet, serta gambaran hasil ronsen memperlihatkan kepadatan pada bagian paru
Kepadatan terjadi karena paru dipenuhi sel radang dan cairan yang sebenarnya merupakan reaksi tubuh untuk mematikan luman. Tapi akibatnya fungsi paru terganggu, penderita mengalami kesulitan bernapas, karena tak tersisa ruang untuk oksigen. Pneumonia yang ada di masyarakat umumnya, disebabkan oleh bakteri, virus atau mikoplasma ( bentuk peralihan antara bakteri dan virus ). Bakteri yang umum adalah streptococcus Pneumoniae, Staphylococcus Aureus, Klebsiella Sp, Pseudomonas sp,vIrus misalnya virus influensa.
Mengobati Pneumonia
Anda mengalami tanda-tanda penumonia ?, Jangan khawatir, kesempatan sembuh masih amat besar dengan syarat-syarat berikut ini; usia masih muda, dideteksi sejak dini, sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik, infeksi belum menyebar, dan tidak ada infeksi lain.
Pengobatan awal biasanya adalah antibiotik, yang cukup manjur mengatasi penumonia oleh bakteri, mikoplasma dan beberapa kasus rickettsia.
Untuk pneumonia oleh virus sampai saat ini belum ada panduan khusus, meski beberapa obat antivirus telah digunakan. Kebanyakan pasien juga bisa diobati dirumah. Biasanya dokter yang menangani peneumonia akan memilihkan obat sesuai pertimbangan masing-masing, setelah suhu pasien kembali normal, dokter akan menginstruksikan pengobatan lanjutan untuk mencegah kekambuhan. Soalnya, seranganberikutnya bisa lebih berat dibanding yang pertama. Selain antibiotika, pasien juga akan mendapat pengobatan tambahan berupa pengaturan pola makan dan oksigen untuk meningkatkan jumlah oksigen dalam darah.
Pada pasien yang berusia pertengahan, diperlukan istirahat lebih panjang untuk mengembvalikan kondisi tubuh. Namun, mereka yang sudah sembuh dari dari pneumonia mikoplasma akan letih lesu dalam waktu yang panjang. Secara rutin, pasien yang sudah sembuh dari pneumonia jangan dilarang kembali melakukan aktifitasnya. Namun mereka perlu diingatkan untuk tidak langsung melakukan yang berat-berat. Soalnya, istirahat cukup merupakan kunci untuk kembali sehat.
Untuk menangani pernapasan akut parah ( Severe Acute Respiratory Syndrom/SARS) yang masih misterius, organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan para petugas kesehatan untuk menerapkan Universal Precautions. Artinya, mereka harus mengenakan sarung tangan, masker, sepatu boot dan jas yang melindungi seluruh tubuh dari kontak langsung dengan penderita. Buat penderitanya juga dianjurkan untuk mengenakan masker dan pelindung lain sampai SARS-nya ditanggulangi. Pasien yang dicurigai atau kemungkinan besar terkena SARS harus diisolasi. Ruang perawatannya harus bertekanan rendah dengan pintu tertutup rapat, tidak sharing dengan pasien lain ( termasuk dengan pasien sindrom serupa ) dan punya fasilitas kamar mandi dan kloset sendiri.
Semua peralatan yang digunakan sebaiknya sekali pakai dan ruangan dibersihkan dengan menggunakan desinfektans yang mengandung antibakteri, antivirus dan antijamur. Pasien sebaiknya dijaga tidak banyak bergerak. Pasien maupun para petugas kesehatan yang menangani dianjurkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun untuk menghindari penyebaran. Karena antibiotika berspekturm luas tidak menunjukkan efektifitas menangani SARS, WHO lebih menganjurkan untuk memanfaatkan suntikan intravena ribavirin dan steroid untuk menstabilkan kondisi pasien yang sudah kritis.
Kenali Pneumonia biar tak Terlambat
PNEUMONIA sebenarnya bukan peyakit baru. American Lung Association misalnya, menyebutkan hingga tahun 1936 pneumonia menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika. Penggunaan antibiotik, membuat penyakit ini bisa dikontrol beberapa tahun kemudian. Namun tahun 2000, kombinasi pneumonia dan influenza kembali merajalela dan menjadi penyebab kematian ketujuh di negara itu.
Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paru ? paru meradang. Kantung-kantung udara dalam paru yang disebut alveoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Kekurangan oksigen membuat sel-sel tubuh tidak bisa bekerja. Gara ? gara inilah, selain penyebaran infeksi ke seluruh tubuh, penderita pneumonia bisa meninggal. Sebenarnya pneumonia bukanlah penyakit tunggal. Penyebabnya bisa bermacam-macam dan diketahui ada 30 sumber infeksi, dengan sumber utama bakteri, virus, mikroplasma, jamur, berbagai senyawa kimia maupun partikel.
Pneumonia Oleh Bakteri
Pneumonia yang dipicu bakteri bisa menyerang siapa saja, dari bayi sampai usia lanjut. Pencandu alkohol, pasien pasca-operasi, orang-orang dengan penyakit gangguan pernapasan, sedang terinfeksi virus atau menurun kekebalan tubuhnya, adalah yang paling berisiko. Sebenarnya bakteri penyebab pneumonia yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae sudah ada di kerongkongan manusia sehat. Begitu pertahanan tubuh menurun oleh sakit, usia tua, atau malnutrisi, bakteri segera memperbanyak diri dan menyebabkan kerusakan.
Seluruh jaringan paru dipenuhi cairan dan infeksi dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Pasien yang terinfeksi pneumonia akan panas tinggi, berkeringat, napas terengah-engah, dan denyut jantungnya meningkat cepat. Bibir dan kuku mungkin membiru karena tubuh kekurangan oksigen. Pada kasus yang eksterm, pasien akan mengigil, gigi bergemelutuk, sakit dada, dan kalau batuk mengeluarkan lendir berwarna hijau. Sebelum terlambat, penyakit ini masih bisa diobati. Bahkan untuk pencegahan vaksinnya pun sudah tersedia.
Pneumonia Oleh Virus
Setengah dari kejadian pneumonia diperkirakan disebabkan oleh virus. Saat ini makin banyak saja virus yang berhasil diidentifikasi. Meski virus-virus ini kebanyakan menyerang saluran pernapasan bagian atas-terutama pada anak-anak- gangguan ini bisa memicu pneumonia. Untunglah, sebagian besar pneumonia jenis ini tidak berat dan sembuh dalam waktu singkat.
Namun bila infeksi terjadi bersamaan dengan virus influensa, gangguan bisa berat dan kadang menyebabkan kematian, Virus yang menginfeksi paru akan berkembang biak walau tidak terlihat jaringan paru yang dipenuhi cairan.
Gejala Pneumonia oleh virus sama saja dengan influensa, yaitu demam, batuk kering sakit kepala, ngilu diseluruh tubuh. Dan letih lesu, selama 12 ? 136 jam, napas menjadi sesak, batuk makin hebat dan menghasilkan sejumlah lendir. Demam tinggi kadang membuat bibir menjadi biru.
Pneumonia Mikoplasma
Pneumonia jenis ini berbeda gejala dan tanda-tanda fisiknya bila dibandingkan dengan pneumonia pada umumnya. Karena itu, pneumonia yang diduga disebabkan oleh virus yang belum ditemukan ini sering juga disebut pneumonia yang tidak tipikal ( Atypical Penumonia ).
Pneumonia mikoplasma mulai diidentifikasi dalam perang dnia II. Mikoplasma adalah agen terkecil dialam bebas yang menyebabkan penyakit pada manusia. Mikoplasma tidak bisa diklasifikasikan sebagai virus maupun bakteri, meski memiliki karakteristik keduanya.
Pneumonia yang dihasilkan biasanya berderajat ringan dan tersebar luas. Mikoplasma menyerang segala jenis usia. Tetapi paling sering pada anak pria remaja dan usia muda. Angka kematian sangat rendah, bahkan juga pada yang tidak diobati.
Gejala yang paling sering adalah batuk berat, namun dengan sedikit lendir. Demam dan menggigil hanya muncul di awal, dan pada beberapa pasien bisa mual dan muntah. Rasa lemah baru hilang dalam waktu lama.
Pneumonia Jenis Lain
Termasuk golongan ini adalah Pneumocystitis Carinii pnumonia ( PCP ) yang diduga disebabkan oleh jamur, PCP biasanya menjadi tanda awal serangan penyakit pada pengidap HIV/AIDS.
PCP bisa diobati pada banyak kasus. Bisa saja penyakit ini muncul lagi beberapa bulan kemudian, namun pengobatan yang baik akan mencegah atau menundah kekambuhan.
Pneumonia lain yang lebih jarang disebabkan oleh masuknya makanan, cairan , gas, debu maupun jamur.
Rickettsia- juga masuk golongan antara virus dan bakteri-menyebabkan demam Rocky Mountain, demam Q, tipus, dan psittacosis. Penyakit-penyakit ini juga mengganggu fungsi Paru, namun pneumonia tuberkulosis alis TBC adalah infeksi paru paling berbahaya kecuali dioabati sejak dini.
Tanggal dibuat : 19/03/2005 @ 13:56
Pengertian Pnemonia
Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Terjadinya pnemonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia). Gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas sesak, karena paru meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau lebih pada anak usia 1 tahun sampai kurang dari 5 tahun. Pada anak dibawah usia 2 bulan, tidak dikenal diagnosis pnemonia.
Pneumonia Berat ditandai dengan adanya batuk atau (juga disertai) kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah ke dalam (severe chest indrawing) pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun. Pada kelompok usia ini dikenal juga Pnemonia sangat berat, dengan gejala batuk, kesukaran bernapas disertai gejala sianosis sentral dan tidak dapat minum. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat ditandai dengan frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah ke dalam.
Penanggulangan penyakit Pnemonia menjadi fokus kegiatan program P2ISPA (Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Program ini mengupayakan agar istilah Pnemonia lebih dikenal masyarakat, sehingga memudahkan kegiatan penyuluhan dan penyebaran informasi tentang penanggulangan Pnemonia.
Program P2ISPA mengklasifikasikan penderita kedalam 2 kelompok usia:
Usia dibawah 2 bulan (Pnemonia Berat dan Bukan Pnemonia)
Usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun (2 bulan - Pnemonia, Pnemonia Berat dan Bukan Pnemonia )
Klasifikasi Bukan-pnemonia mencakup kelompok balita penderita batuk yang tidak menunjukkan gejala peningkatan frekuensi nafas dan tidak menunjukkan adanya penarikan dinding dada bagian bawah ke dalam. Penyakit ISPA diluar pnemonia ini antara lain: batuk-pilek biasa (common cold), pharyngitis, tonsilitis dan otitis. Pharyngitis, tonsilitis dan otitis, tidak termasuk penyakit yang tercakup dalam program ini.
Pneumonia merupakan masalah kesehatan di dunia karena angka kematiannya tinggi, tidak saja dinegara berkembang, tapi juga di negara maju seperti AS, Kanada dan negara-negara Eropah. Di AS misalnya, terdapat dua juta sampai tiga juta kasus pneumonia per tahun dengan jumlah kematian rata-rata 45.000 orang.
Di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler dan tuberkulosis. Faktor sosial ekonomi yang rendah mempertinggi angka kematian. Gejala Pneumonia adalah demam, sesak napas, napas dan nadi cepat, dahak berwarna kehijauan atau seperti karet, serta gambaran hasil ronsen memperlihatkan kepadatan pada bagian paru
Kepadatan terjadi karena paru dipenuhi sel radang dan cairan yang sebenarnya merupakan reaksi tubuh untuk mematikan luman. Tapi akibatnya fungsi paru terganggu, penderita mengalami kesulitan bernapas, karena tak tersisa ruang untuk oksigen. Pneumonia yang ada di masyarakat umumnya, disebabkan oleh bakteri, virus atau mikoplasma ( bentuk peralihan antara bakteri dan virus ). Bakteri yang umum adalah streptococcus Pneumoniae, Staphylococcus Aureus, Klebsiella Sp, Pseudomonas sp,vIrus misalnya virus influensa.
Mengobati Pneumonia
Anda mengalami tanda-tanda penumonia ?, Jangan khawatir, kesempatan sembuh masih amat besar dengan syarat-syarat berikut ini; usia masih muda, dideteksi sejak dini, sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik, infeksi belum menyebar, dan tidak ada infeksi lain.
Pengobatan awal biasanya adalah antibiotik, yang cukup manjur mengatasi penumonia oleh bakteri, mikoplasma dan beberapa kasus rickettsia.
Untuk pneumonia oleh virus sampai saat ini belum ada panduan khusus, meski beberapa obat antivirus telah digunakan. Kebanyakan pasien juga bisa diobati dirumah. Biasanya dokter yang menangani peneumonia akan memilihkan obat sesuai pertimbangan masing-masing, setelah suhu pasien kembali normal, dokter akan menginstruksikan pengobatan lanjutan untuk mencegah kekambuhan. Soalnya, seranganberikutnya bisa lebih berat dibanding yang pertama. Selain antibiotika, pasien juga akan mendapat pengobatan tambahan berupa pengaturan pola makan dan oksigen untuk meningkatkan jumlah oksigen dalam darah.
Pada pasien yang berusia pertengahan, diperlukan istirahat lebih panjang untuk mengembvalikan kondisi tubuh. Namun, mereka yang sudah sembuh dari dari pneumonia mikoplasma akan letih lesu dalam waktu yang panjang. Secara rutin, pasien yang sudah sembuh dari pneumonia jangan dilarang kembali melakukan aktifitasnya. Namun mereka perlu diingatkan untuk tidak langsung melakukan yang berat-berat. Soalnya, istirahat cukup merupakan kunci untuk kembali sehat.
Untuk menangani pernapasan akut parah ( Severe Acute Respiratory Syndrom/SARS) yang masih misterius, organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan para petugas kesehatan untuk menerapkan Universal Precautions. Artinya, mereka harus mengenakan sarung tangan, masker, sepatu boot dan jas yang melindungi seluruh tubuh dari kontak langsung dengan penderita. Buat penderitanya juga dianjurkan untuk mengenakan masker dan pelindung lain sampai SARS-nya ditanggulangi. Pasien yang dicurigai atau kemungkinan besar terkena SARS harus diisolasi. Ruang perawatannya harus bertekanan rendah dengan pintu tertutup rapat, tidak sharing dengan pasien lain ( termasuk dengan pasien sindrom serupa ) dan punya fasilitas kamar mandi dan kloset sendiri.
Semua peralatan yang digunakan sebaiknya sekali pakai dan ruangan dibersihkan dengan menggunakan desinfektans yang mengandung antibakteri, antivirus dan antijamur. Pasien sebaiknya dijaga tidak banyak bergerak. Pasien maupun para petugas kesehatan yang menangani dianjurkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun untuk menghindari penyebaran. Karena antibiotika berspekturm luas tidak menunjukkan efektifitas menangani SARS, WHO lebih menganjurkan untuk memanfaatkan suntikan intravena ribavirin dan steroid untuk menstabilkan kondisi pasien yang sudah kritis.
Kenali Pneumonia biar tak Terlambat
PNEUMONIA sebenarnya bukan peyakit baru. American Lung Association misalnya, menyebutkan hingga tahun 1936 pneumonia menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika. Penggunaan antibiotik, membuat penyakit ini bisa dikontrol beberapa tahun kemudian. Namun tahun 2000, kombinasi pneumonia dan influenza kembali merajalela dan menjadi penyebab kematian ketujuh di negara itu.
Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paru ? paru meradang. Kantung-kantung udara dalam paru yang disebut alveoli dipenuhi nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Kekurangan oksigen membuat sel-sel tubuh tidak bisa bekerja. Gara ? gara inilah, selain penyebaran infeksi ke seluruh tubuh, penderita pneumonia bisa meninggal. Sebenarnya pneumonia bukanlah penyakit tunggal. Penyebabnya bisa bermacam-macam dan diketahui ada 30 sumber infeksi, dengan sumber utama bakteri, virus, mikroplasma, jamur, berbagai senyawa kimia maupun partikel.
Pneumonia Oleh Bakteri
Pneumonia yang dipicu bakteri bisa menyerang siapa saja, dari bayi sampai usia lanjut. Pencandu alkohol, pasien pasca-operasi, orang-orang dengan penyakit gangguan pernapasan, sedang terinfeksi virus atau menurun kekebalan tubuhnya, adalah yang paling berisiko. Sebenarnya bakteri penyebab pneumonia yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae sudah ada di kerongkongan manusia sehat. Begitu pertahanan tubuh menurun oleh sakit, usia tua, atau malnutrisi, bakteri segera memperbanyak diri dan menyebabkan kerusakan.
Seluruh jaringan paru dipenuhi cairan dan infeksi dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Pasien yang terinfeksi pneumonia akan panas tinggi, berkeringat, napas terengah-engah, dan denyut jantungnya meningkat cepat. Bibir dan kuku mungkin membiru karena tubuh kekurangan oksigen. Pada kasus yang eksterm, pasien akan mengigil, gigi bergemelutuk, sakit dada, dan kalau batuk mengeluarkan lendir berwarna hijau. Sebelum terlambat, penyakit ini masih bisa diobati. Bahkan untuk pencegahan vaksinnya pun sudah tersedia.
Pneumonia Oleh Virus
Setengah dari kejadian pneumonia diperkirakan disebabkan oleh virus. Saat ini makin banyak saja virus yang berhasil diidentifikasi. Meski virus-virus ini kebanyakan menyerang saluran pernapasan bagian atas-terutama pada anak-anak- gangguan ini bisa memicu pneumonia. Untunglah, sebagian besar pneumonia jenis ini tidak berat dan sembuh dalam waktu singkat.
Namun bila infeksi terjadi bersamaan dengan virus influensa, gangguan bisa berat dan kadang menyebabkan kematian, Virus yang menginfeksi paru akan berkembang biak walau tidak terlihat jaringan paru yang dipenuhi cairan.
Gejala Pneumonia oleh virus sama saja dengan influensa, yaitu demam, batuk kering sakit kepala, ngilu diseluruh tubuh. Dan letih lesu, selama 12 ? 136 jam, napas menjadi sesak, batuk makin hebat dan menghasilkan sejumlah lendir. Demam tinggi kadang membuat bibir menjadi biru.
Pneumonia Mikoplasma
Pneumonia jenis ini berbeda gejala dan tanda-tanda fisiknya bila dibandingkan dengan pneumonia pada umumnya. Karena itu, pneumonia yang diduga disebabkan oleh virus yang belum ditemukan ini sering juga disebut pneumonia yang tidak tipikal ( Atypical Penumonia ).
Pneumonia mikoplasma mulai diidentifikasi dalam perang dnia II. Mikoplasma adalah agen terkecil dialam bebas yang menyebabkan penyakit pada manusia. Mikoplasma tidak bisa diklasifikasikan sebagai virus maupun bakteri, meski memiliki karakteristik keduanya.
Pneumonia yang dihasilkan biasanya berderajat ringan dan tersebar luas. Mikoplasma menyerang segala jenis usia. Tetapi paling sering pada anak pria remaja dan usia muda. Angka kematian sangat rendah, bahkan juga pada yang tidak diobati.
Gejala yang paling sering adalah batuk berat, namun dengan sedikit lendir. Demam dan menggigil hanya muncul di awal, dan pada beberapa pasien bisa mual dan muntah. Rasa lemah baru hilang dalam waktu lama.
Pneumonia Jenis Lain
Termasuk golongan ini adalah Pneumocystitis Carinii pnumonia ( PCP ) yang diduga disebabkan oleh jamur, PCP biasanya menjadi tanda awal serangan penyakit pada pengidap HIV/AIDS.
PCP bisa diobati pada banyak kasus. Bisa saja penyakit ini muncul lagi beberapa bulan kemudian, namun pengobatan yang baik akan mencegah atau menundah kekambuhan.
Pneumonia lain yang lebih jarang disebabkan oleh masuknya makanan, cairan , gas, debu maupun jamur.
Rickettsia- juga masuk golongan antara virus dan bakteri-menyebabkan demam Rocky Mountain, demam Q, tipus, dan psittacosis. Penyakit-penyakit ini juga mengganggu fungsi Paru, namun pneumonia tuberkulosis alis TBC adalah infeksi paru paling berbahaya kecuali dioabati sejak dini.
Tanggal dibuat : 19/03/2005 @ 13:56
Obesitas
Pada manusia, ukuran yang paling umum dari obesitas adalah Body Mass Index (BMI): berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. Ketika BMI adalah berat badan tidak membedakan antara otot dan lemak (lihat di bawah).
Seseorang dengan BMI lebih dari 25,0 kg / m 2 dianggap kelebihan berat badan (kegemukan), seorang BMI lebih dari 30,0 kg / m 2 dianggap gemuk (obesitas). Ambang lebih lanjut 40,0 kg / m 2 adalah mendesak diidentifikasi sebagai risiko morbiditas (obesitas morbid). Of morbid obesitas, sudah ada di BMI lebih dari 35 jika ada masalah terkait: sendi, jantung atau paru-paru, diabetes, tekanan darah tinggi. Istilah ini digunakan dalam super obesitas BMI lebih dari 50. The World Health Organization menganggap BMI antara 18,5 dan 25 sebagai ideal untuk individu yang sehat (walaupun beberapa sumber seseorang dengan BMI kurang dari 20 dianggap terlalu ringan). BMI diperkenalkan di abad ke-19 oleh ahli statistik Belgia Adolphe Quetelet, dan karena itu di Belanda dan Belgia sering Body mass index (QI) yang disebut. Titik pemisahan antara kategori kadang-kadang didefinisikan ulang, dan mungkin berbeda dari satu negara ke negara.
BMI bukan diagnosis lengkap, dalam arti bahwa mereka tidak vetdistributie dalam tubuh menjadi pertimbangan, dan lemak dan otot relatif mengabaikan botbijdragen total berat badan. Atlet yang kuat dapat berat harus diklasifikasikan sebagai bmi (karena otot-otot yang berat), sementara yang palsu "normal" BMI dapat didiagnosis dalam kasus orang tua dengan sangat rendah massa tubuh ramping. Sebuah skor BMI saja sudah tidak memadai sebagai diagnosis, karena BMI tidak bisa membedakan lemak dari tubuh ramping massa dan juga tidak memperhitungkan berbahaya perut lemak. Sebuah pita pengukur untuk mengukur lingkar pinggang memberikan indikasi yang lebih baik dalam kasus seperti itu.
Pada kebanyakan kasus obesitas yang berbahaya bagi kesehatan, baik dokter dan pasien sudah "dalam rangka" bahwa seseorang menderita obesitas. Dalam kasus, BMI batas kriteria sederhana bahwa semua pasien dapat mengerti. Dokter juga dapat menggunakan pengukuran sederhana lingkar pinggang dan pengukuran lipatan kulit, yang di beberapa tempat kulit justru diukur sebagai ketebalan lapisan lemak subkutan.
Dalam studi obesitas, BMI adalah formula yang paling umum. Diharapkan bahwa karena variasi berat dalam individu yang sama panjang, disebabkan oleh lemak. Penelitian terbaru [1] telah menunjukkan bahwa obesitas memiliki sedikit mengarah pada peningkatan angka kematian. Bagi orang-orang antara 30 dan 62 adalah bahwa setiap 0,45 kg kesempatan tambahan untuk mati dalam 26 tahun, meningkat 1-2%, seperti ditunjukkan pada Framingham Heart Study.
[Edit]
Penyebab
Obesitas umumnya merupakan hasil dari kombinasi faktor. Sejumlah faktor yang mungkin:
Makanan kaya energi
Terbatas olahraga dan gaya hidup
Penyakit yang mendasari (misalnya Cushing's penyakit)
Eetziekte sebagai gangguan makan pesta
Meningkatkan jumlah karbohidrat dalam makanan, terutama fruktosa
Stres [2]
Terlalu sedikit tidur
Genetik konstruksi
Walaupun tidak ada penjelasan tunggal untuk epidemi baru-baru ini obesitas, hipotesis evolusi datang terdekat dengan penjelasan tentang fenomena ini. Di saat-saat ketika makanan langka, kemampuan langka periode kelimpahan untuk memperoleh manfaat dari penghematan energi tak diragukan lagi keuntungan evolusi. Ini adalah persis kebalikan dari apa yang menetap dibutuhkan masyarakat, di mana makanan energi tinggi tersedia dalam jumlah berlimpah. Hal ini dikombinasikan dengan gerakan berkurang. Meskipun beberapa orang mungkin mempunyai kecenderungan genetik untuk obesitas, hanya dengan pengurangan aktivitas fisik dan bergerak menuju makanan berkalori tinggi masyarakat modern bahwa obesitas telah menyebar luas. Mayor pecahan dari penduduk di seluruh dunia sekarang gemuk. Dalam Samoa adalah 60-75% dari populasi orang dewasa gemuk.
Namun tren kontroversial yang didokumentasikan di AS bahwa baik energi dan (jenuh) asupan lemak pada periode 1971-2000 telah menurun secara signifikan, sementara konsumsi sumber karbohidrat telah meningkat. Dari perspektif sejarah menunjukkan bahwa beberapa parameter diet kita dibandingkan dengan Neolitik secara dramatis berubah. Salah satu parameter tersebut adalah indeks glisemik, tetapi juga keseluruhan komposisi gizi makro telah berubah: sekarang kita makan lebih banyak karbohidrat dan sedikit lemak dan protein. (Sumber: Studi NHANES 1971-2000 CDC (USA))
Eetziekten dapat menyebabkan obesitas. Mekanisme alami yang secara otomatis menghentikan Anda makan cukup jika ini telah terganggu. Ini mekanisme alami dari sel-sel lemak (adipocytes) menghasilkan suatu zat, leptin, yang bekerja melawan nafsu makan dan metabolisme (pembakaran nutrisi oleh organisme) meningkat. Semakin banyak sel-sel lemak dan / atau lebih sel-sel lemak penuh dengan lemak, semakin leptin yang dihasilkan. Teori yang paling diterima saat ini adalah bahwa orang yang kelebihan berat atau bahkan lebih normal leptin jumlah mempertimbangkan sel-sel lemak mereka, namun umpan balik negatif pada otak (hipotalamus) yang terganggu. Ia juga menunjukkan hubungan antara tingkat trigliserida dalam darah (lemak tertentu) dan sejauh mana leptin diblokir. Hanya sedikit sekali orang yang kelebihan berat adalah potongan kromosom yang encode leptin cacat. Orang-orang ini dapat disuntikkan dengan leptin, obesitas yang akan dikembalikan. Leptin model yang konsisten dengan mengubah kebiasaan makan berabad-abad masa lalu, orang-orang yang relatif baru-baru ini untuk menumbuhkan dan makan sereal (sekitar 5000 tahun yang pada skala yang lebih besar dengan peningkatan yang sangat besar dalam produksi dan konsumsi sereal dalam dua abad terakhir). Tubuh kita sebenarnya masih ditetapkan sebagai orang-orang pemburu-pengumpul. Sementara itu, dalam beberapa studi menunjukkan bahwa ketika orang-orang, bukan hanya orang yang kelebihan berat, tetapi juga dengan diabetes mellitus (diabetes), produk serealia dari diet mereka simpan (rendah-carb), asam lemak dan kolesterol memperbaiki dan bahkan ada penurunan dilihat kadar gula darah. Berat meningkat, tidak hanya dengan asupan kalori yang lebih rendah, tetapi juga oleh hipotalamus lagi peka terhadap leptin dengan mengurangi trigliserid.
Mouse leptin dan kurangnya tikus normal
Samping adalah gambar untuk melihat mana salah satu dari dua tikus dengan defisiensi leptin. Untungnya hal ini jarang terjadi pada manusia, tapi solusinya sangat sederhana: leptin administrasi.
Bahwa peran terbatas membuat tebal-gen menunjukkan bahwa: Antara tahun 1990 dan 2001 jumlah orang yang mengalami obesitas meningkat sebesar 61%. Dan tren ini terus berlanjut di seluruh dunia, dan tidak terbatas pada Eropa dan Amerika Serikat. Sejak akhir tahun delapan puluhan, kegemukan di Amerika Latin dan Asia untuk bangkit kuat. Perkembangan adiposity adalah multifaktor, ada kebutuhan tertentu di puncak konstruksi pola makan yang buruk dan / atau diet. Dalam satu contoh, beberapa studi telah menunjukkan bahwa sufor anak-anak berisiko lebih besar adiposity berkembang. Demikian pula pada anak-anak dari ibu selama kehamilan di mana kadar glukosa darah terlalu tinggi atau terlalu rendah telah. Contoh yang mencolok adalah jumlah kelebihan berat badan anak yang dilahirkan selama Kelaparan Musim Dingin dari 1944-1945, terutama pada saat yang tidak makanan yang tersedia dalam jumlah besar seperti yang terjadi.
Ada keuntungan genetik untuk memudahkan lemak dalam masa paceklik. Ini digambarkan oleh sejarah bangsa-bangsa yang selama berabad-abad telah tinggal di kelangkaan dan sekarang lebih banyak makanan yang mereka miliki. Fenomena yang dikenal di sini adalah orang-orang di pulau Nauru di sekitar Australia. Pulau ini jauh dari daratan sekitar 3000 tahun yang lalu dan bertemu dengan sangat zeekano's. Penduduk pertama Nauru mampu salib yang besar, karena mereka sedikit bernada makanan cepat saji sebagai lemak dan membakar perlahan-lahan. Selama beberapa dekade kesejahteraan "meningkat" dengan memasukkan keuntungan fosfat di pulau, jadi kami pergi ke sana makanan barat (karbohidrat dan lemak meningkat). Bahwa ini konsisten dengan kemampuan alami mereka, ditunjukkan oleh fakta bahwa sekarang 90% dari orang-orang di Nauru kelebihan berat badan dan 40% diabetes (tertinggi di dunia). Oleh karena itu harapan hidup rendah. Di pulau-pulau di Samudera Pasifik diamati, masing-masing sudah pernah melihat gambar-gambar gadis-gadis langsing di rok rumput di Hawaii, tapi di sini dan sekarang yang langka. Bangsa lain yang mendukung model genetik, para Indian Pima di Amerika Utara. Sampai tahun lima puluhan, mereka tinggal agak tradisional, tapi setelah kedatangan murah karbohidrat dan lemak secara dramatis meningkatkan berat badan dan juga diabetes lebih sering terlihat. Sebuah studi baru-baru pada kebiasaan makan dan perkembangan obesitas dan diabetes menyerahkan hubungan langsung antara karbohidrat dan gangguan. Gagasan bahwa setiap makan dari 'drive lima "harus ada dan bahwa Anda" tiga kali sehari terutama untuk makanan padat, "tampaknya usang.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa infeksi dengan adenovirus obesitas pada hewan (termasuk ayam dan tikus) dapat menyebabkan. Apakah itu juga berlaku untuk manusia, masih belum jelas.
[Edit]
Sosial penyebab
Pada periode tepat setelah Perang Dunia Kedua ke 1960 meningkatkan berat rata-rata orang di Amerika Serikat, namun hanya sedikit yang menderita obesitas. Pada tahun 1960 hampir seluruh penduduk cukup makan, tapi itu umumnya tidak terlalu berat. Dalam 25 tahun sejak 1980 pertumbuhan jumlah penderita obesitas epidemi proporsi.
Sejumlah hal berkontribusi untuk perubahan ini sejak tahun 1980. Sebagian besar percaya bahwa kombinasi dari beberapa faktor.
Salah satu yang paling penting adalah biaya relatif jauh lebih rendah dari makanan: peningkatan efisiensi di bidang pertanian dengan subsidi pertanian di Amerika Serikat dan Eropa, telah menyebabkan harga bahan pangan bagi konsumen yang lebih rendah dari pada waktu sebelumnya dalam sejarah juga. Gula dan sirup glukosa, dua sumber makanan substansial energi, adalah yang paling disubsidi oleh pemerintah Amerika Serikat.
Peningkatan pemasaran seringkali peran. Pada awal tahun delapan puluhan mengangkat rezim Presiden Reagan yang paling peraturan periklanan untuk anak-anak. Akibatnya, jumlah iklan yang rata-rata anak yang terlihat, dan banyak dari mereka untuk makanan cepat saji dan gula-gula. Tersebut bagaimanapun tetap bahwa gelombang obesitas di Amerika sejak awal tahun enam puluhan datang, dan bahwa obesitas adalah fenomena global.
Perubahan harga minyak mineral dan bensin juga diharapkan memiliki dampak, karena itu, tidak seperti selama tujuh puluhan, terjangkau untuk mengemudi di mana saja di Amerika Serikat. Pada saat yang sama lebih banyak wilayah dibangun tanpa taman.
Setiap tahun proporsi yang lebih besar dari angkatan kerja yang bekerja penuh hari di belakang meja atau komputer.
Meningkatnya jumlah rumah tangga dengan dua pendapatan, sehingga yang satu orangtua tidak lagi tetap di rumah untuk mengurus rumah. Hal ini meningkatkan jumlah Takeaway restoran dan makanan.
Di dapur, microwave memastikan bahwa lebih snackt dan makan lebih sedikit makanan segar.
Sejak 1980, cepat saji restoran, pertumbuhan yang sangat besar baik dalam omset dan jumlah pelanggan.
Menariknya, jumlah orang Amerika bahwa makanan berikut juga meningkat sejak kenaikan obesitas. Sekarang diketahui bahwa diet dalam jangka pendek obesitas dapat dikurangi, tetapi seiring waktu lagi dalam memperoleh berat badan. Fenomena itu, yang dikenal sebagai yo-yo efek, sangat kompleks hormonal dan neurologis berdasarkan proses.
[Edit]
Masalah
Orang gemuk sering menderita obesitas mereka. Mereka dapat dengan berat tambahan seringkali sulit berjalan dan bergerak. Hal ini untuk mencegah mereka kemudian meningkatkan tingkat aktivitas mereka dalam rangka untuk menurunkan berat badan.
[Edit]
Perawatan
Banyak yang dilakukan terhadap obesitas. Salah satu praktik semacam itu adalah untuk ahli diet untuk pergi. Kelebihan berat badan yang dapat membantu orang menurunkan berat badan. Bagi orang-orang yang mengalami obesitas adalah multi-disiplin perawatan oleh seorang ahli gizi, fisioterapis, dan Bewegingsagoog psikolog sering perawatan yang terbaik, karena dengan begitu diet, olahraga, perilaku dan perasaan dapat diatasi. Hal ini juga memungkinkan untuk menggunakan pembedahan untuk menurunkan berat badan. Medis istilah, yang bariatrik operasi. Beberapa contoh adalah Lambung stapel, lambung bypass, duodenum switch, Scopinaro, lambung band, sedot lemak dan lambung balon.
[Edit]
Komplikasi
Obesitas berkorelasi (dalam penelitian epidemiologi) dengan berbagai komplikasi. Bagi banyak keluhan ini tidak ditetapkan dengan jelas sejauh mana mereka disebabkan langsung oleh obesitas itu sendiri atau sebab lain (seperti latihan terbatas) yang menyebabkan obesitas juga.
Contoh komplikasi utama adalah:
diabetes
Tinggi tekanan darah
penyakit jantung
peningkatan kolesterol
infertilitas
punggung
osteoarthritis dari pinggul, lutut dan pergelangan kaki
depresi dan rendah diri
Sementara Obesitas kuat menyebabkan banyak masalah kesehatan, orang-orang yang kelebihan berat badan agak sedikit meningkat mortalitas atau morbiditas. Beberapa studi menunjukkan bahwa sedikit "gemuk" orang hidup lebih lama daripada mereka yang "ideal" berat.
[Edit]
Therapy
Perawatan kegemukan yang didasarkan pada dua pilar energi-Pembatasan diet dan peningkatan aktivitas fisik. Ini digunakan untuk mengobati obesitas bertujuan untuk mencapai berat badan normal. Ini objektif, dalam praktiknya tidak layak untuk banyak pasien. Beberapa studi medis juga menunjukkan bahwa kehilangan berat 5-15% penurunan risiko komplikasi secara signifikan telah dikurangi. Oleh karena itu saat ini agak mencari berat badan yang terbatas. Lebih penting dari penurunan berat badan adalah untuk menjaga mereka.
Banyak penelitian berfokus pada obat baru untuk memerangi obesitas, sebagai masalah kesehatan terbesar terlihat di negara maju. Beberapa ahli gizi percaya bahwa dana penelitian ini bisa lebih baik ditujukan untuk nasihat mengenai gizi yang baik, sehat dan mempromosikan gaya hidup aktif.
Obat yang diresepkan untuk obesitas, seperti menjaga diet dan olahraga tidak bekerja, adalah orlistat dan sibutramine. Permohonan rimonabant pada Oktober 2008 dari pasar.
Pembedahan ini juga digunakan untuk kapasitas perut (mengurangi asupan makanan) atau panjang usus (mengurangi asupan makanan) untuk mengurangi. Hal ini mungkin melalui pengurangan lambung oleh afnieten dari bagian perut, lambung dalam penempatan balon tiup, dengan menghapus sebagian dari panjang usus (lambung pintas), atau dengan melampirkan itu satu sama lain dari atas dan rahang bawah hanya membolehkan makanan cair dapat digunakan. Hasil dari metode yang berbeda sangat bervariasi. Tampak bahwa penyisipan sebuah balon lambung tidak lebih baik daripada diet. Penghapusan atau pengalihan sebagian dari panjang usus memberikan informasi yang paling berat badan. Namun, operasi besar ini menyebabkan banyak efek samping berbahaya. Pembedahan sebagai pengobatan obesitas oleh karena itu hanya cocok perawatan dalam kasus-kasus serius.
[Edit]
Kontroversi
Ada perdebatan terus menerus obesitas, di beberapa tingkat.
[Edit]
Medicalization kegemukan
Ada juga kontroversi mengenai apakah konsep "obesitas" adalah valid. Kritikus ini berpendapat bahwa orang yang aktif secara fisik lebih sehat daripada menetap terlepas dari berat badan mereka. Penekanan pada berat badan dan massa tubuh diberi makan, dalam pandangan mereka, promosi dari industri makanan, perusahaan farmasi dan segmen profesi medis untuk tujuan keuntungan.
[Edit]
Medical tanggapan untuk obesitas
Konvensional dokter menyarankan strategi untuk menurunkan berat badan untuk mengurangi resiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Ada kontroversi baik atas apa yang realistis strategi-strategi itu meliputi, dan apakah target ini benar-benar menghasilkan hasil kesehatan yang lebih baik.
Strategi pengurangan berat termasuk perubahan pola makan, olahraga rezim, obat-obatan untuk menurunkan berat badan dan perawatan bedah (lihat Therapy, di atas, untuk daftar lengkap). Dari jumlah tersebut yang "keajaiban diet" yang paling diperebutkan. Beberapa studi menunjukkan bahwa jangka pendek berat sering menyebabkan perubahan metabolisme dalam jangka panjang hanya menyebabkan kenaikan berat badan.
[Edit]
Lihat juga
Diet
Indeks massa tubuh
Manuel Uribe
Eric Verberne
[Edit]
Pranala luar
Asosiasi Obesitas Belanda
kelebihan berat badan pengetahuan Belanda
Belanda Center for Obesitas
Seseorang dengan BMI lebih dari 25,0 kg / m 2 dianggap kelebihan berat badan (kegemukan), seorang BMI lebih dari 30,0 kg / m 2 dianggap gemuk (obesitas). Ambang lebih lanjut 40,0 kg / m 2 adalah mendesak diidentifikasi sebagai risiko morbiditas (obesitas morbid). Of morbid obesitas, sudah ada di BMI lebih dari 35 jika ada masalah terkait: sendi, jantung atau paru-paru, diabetes, tekanan darah tinggi. Istilah ini digunakan dalam super obesitas BMI lebih dari 50. The World Health Organization menganggap BMI antara 18,5 dan 25 sebagai ideal untuk individu yang sehat (walaupun beberapa sumber seseorang dengan BMI kurang dari 20 dianggap terlalu ringan). BMI diperkenalkan di abad ke-19 oleh ahli statistik Belgia Adolphe Quetelet, dan karena itu di Belanda dan Belgia sering Body mass index (QI) yang disebut. Titik pemisahan antara kategori kadang-kadang didefinisikan ulang, dan mungkin berbeda dari satu negara ke negara.
BMI bukan diagnosis lengkap, dalam arti bahwa mereka tidak vetdistributie dalam tubuh menjadi pertimbangan, dan lemak dan otot relatif mengabaikan botbijdragen total berat badan. Atlet yang kuat dapat berat harus diklasifikasikan sebagai bmi (karena otot-otot yang berat), sementara yang palsu "normal" BMI dapat didiagnosis dalam kasus orang tua dengan sangat rendah massa tubuh ramping. Sebuah skor BMI saja sudah tidak memadai sebagai diagnosis, karena BMI tidak bisa membedakan lemak dari tubuh ramping massa dan juga tidak memperhitungkan berbahaya perut lemak. Sebuah pita pengukur untuk mengukur lingkar pinggang memberikan indikasi yang lebih baik dalam kasus seperti itu.
Pada kebanyakan kasus obesitas yang berbahaya bagi kesehatan, baik dokter dan pasien sudah "dalam rangka" bahwa seseorang menderita obesitas. Dalam kasus, BMI batas kriteria sederhana bahwa semua pasien dapat mengerti. Dokter juga dapat menggunakan pengukuran sederhana lingkar pinggang dan pengukuran lipatan kulit, yang di beberapa tempat kulit justru diukur sebagai ketebalan lapisan lemak subkutan.
Dalam studi obesitas, BMI adalah formula yang paling umum. Diharapkan bahwa karena variasi berat dalam individu yang sama panjang, disebabkan oleh lemak. Penelitian terbaru [1] telah menunjukkan bahwa obesitas memiliki sedikit mengarah pada peningkatan angka kematian. Bagi orang-orang antara 30 dan 62 adalah bahwa setiap 0,45 kg kesempatan tambahan untuk mati dalam 26 tahun, meningkat 1-2%, seperti ditunjukkan pada Framingham Heart Study.
[Edit]
Penyebab
Obesitas umumnya merupakan hasil dari kombinasi faktor. Sejumlah faktor yang mungkin:
Makanan kaya energi
Terbatas olahraga dan gaya hidup
Penyakit yang mendasari (misalnya Cushing's penyakit)
Eetziekte sebagai gangguan makan pesta
Meningkatkan jumlah karbohidrat dalam makanan, terutama fruktosa
Stres [2]
Terlalu sedikit tidur
Genetik konstruksi
Walaupun tidak ada penjelasan tunggal untuk epidemi baru-baru ini obesitas, hipotesis evolusi datang terdekat dengan penjelasan tentang fenomena ini. Di saat-saat ketika makanan langka, kemampuan langka periode kelimpahan untuk memperoleh manfaat dari penghematan energi tak diragukan lagi keuntungan evolusi. Ini adalah persis kebalikan dari apa yang menetap dibutuhkan masyarakat, di mana makanan energi tinggi tersedia dalam jumlah berlimpah. Hal ini dikombinasikan dengan gerakan berkurang. Meskipun beberapa orang mungkin mempunyai kecenderungan genetik untuk obesitas, hanya dengan pengurangan aktivitas fisik dan bergerak menuju makanan berkalori tinggi masyarakat modern bahwa obesitas telah menyebar luas. Mayor pecahan dari penduduk di seluruh dunia sekarang gemuk. Dalam Samoa adalah 60-75% dari populasi orang dewasa gemuk.
Namun tren kontroversial yang didokumentasikan di AS bahwa baik energi dan (jenuh) asupan lemak pada periode 1971-2000 telah menurun secara signifikan, sementara konsumsi sumber karbohidrat telah meningkat. Dari perspektif sejarah menunjukkan bahwa beberapa parameter diet kita dibandingkan dengan Neolitik secara dramatis berubah. Salah satu parameter tersebut adalah indeks glisemik, tetapi juga keseluruhan komposisi gizi makro telah berubah: sekarang kita makan lebih banyak karbohidrat dan sedikit lemak dan protein. (Sumber: Studi NHANES 1971-2000 CDC (USA))
Eetziekten dapat menyebabkan obesitas. Mekanisme alami yang secara otomatis menghentikan Anda makan cukup jika ini telah terganggu. Ini mekanisme alami dari sel-sel lemak (adipocytes) menghasilkan suatu zat, leptin, yang bekerja melawan nafsu makan dan metabolisme (pembakaran nutrisi oleh organisme) meningkat. Semakin banyak sel-sel lemak dan / atau lebih sel-sel lemak penuh dengan lemak, semakin leptin yang dihasilkan. Teori yang paling diterima saat ini adalah bahwa orang yang kelebihan berat atau bahkan lebih normal leptin jumlah mempertimbangkan sel-sel lemak mereka, namun umpan balik negatif pada otak (hipotalamus) yang terganggu. Ia juga menunjukkan hubungan antara tingkat trigliserida dalam darah (lemak tertentu) dan sejauh mana leptin diblokir. Hanya sedikit sekali orang yang kelebihan berat adalah potongan kromosom yang encode leptin cacat. Orang-orang ini dapat disuntikkan dengan leptin, obesitas yang akan dikembalikan. Leptin model yang konsisten dengan mengubah kebiasaan makan berabad-abad masa lalu, orang-orang yang relatif baru-baru ini untuk menumbuhkan dan makan sereal (sekitar 5000 tahun yang pada skala yang lebih besar dengan peningkatan yang sangat besar dalam produksi dan konsumsi sereal dalam dua abad terakhir). Tubuh kita sebenarnya masih ditetapkan sebagai orang-orang pemburu-pengumpul. Sementara itu, dalam beberapa studi menunjukkan bahwa ketika orang-orang, bukan hanya orang yang kelebihan berat, tetapi juga dengan diabetes mellitus (diabetes), produk serealia dari diet mereka simpan (rendah-carb), asam lemak dan kolesterol memperbaiki dan bahkan ada penurunan dilihat kadar gula darah. Berat meningkat, tidak hanya dengan asupan kalori yang lebih rendah, tetapi juga oleh hipotalamus lagi peka terhadap leptin dengan mengurangi trigliserid.
Mouse leptin dan kurangnya tikus normal
Samping adalah gambar untuk melihat mana salah satu dari dua tikus dengan defisiensi leptin. Untungnya hal ini jarang terjadi pada manusia, tapi solusinya sangat sederhana: leptin administrasi.
Bahwa peran terbatas membuat tebal-gen menunjukkan bahwa: Antara tahun 1990 dan 2001 jumlah orang yang mengalami obesitas meningkat sebesar 61%. Dan tren ini terus berlanjut di seluruh dunia, dan tidak terbatas pada Eropa dan Amerika Serikat. Sejak akhir tahun delapan puluhan, kegemukan di Amerika Latin dan Asia untuk bangkit kuat. Perkembangan adiposity adalah multifaktor, ada kebutuhan tertentu di puncak konstruksi pola makan yang buruk dan / atau diet. Dalam satu contoh, beberapa studi telah menunjukkan bahwa sufor anak-anak berisiko lebih besar adiposity berkembang. Demikian pula pada anak-anak dari ibu selama kehamilan di mana kadar glukosa darah terlalu tinggi atau terlalu rendah telah. Contoh yang mencolok adalah jumlah kelebihan berat badan anak yang dilahirkan selama Kelaparan Musim Dingin dari 1944-1945, terutama pada saat yang tidak makanan yang tersedia dalam jumlah besar seperti yang terjadi.
Ada keuntungan genetik untuk memudahkan lemak dalam masa paceklik. Ini digambarkan oleh sejarah bangsa-bangsa yang selama berabad-abad telah tinggal di kelangkaan dan sekarang lebih banyak makanan yang mereka miliki. Fenomena yang dikenal di sini adalah orang-orang di pulau Nauru di sekitar Australia. Pulau ini jauh dari daratan sekitar 3000 tahun yang lalu dan bertemu dengan sangat zeekano's. Penduduk pertama Nauru mampu salib yang besar, karena mereka sedikit bernada makanan cepat saji sebagai lemak dan membakar perlahan-lahan. Selama beberapa dekade kesejahteraan "meningkat" dengan memasukkan keuntungan fosfat di pulau, jadi kami pergi ke sana makanan barat (karbohidrat dan lemak meningkat). Bahwa ini konsisten dengan kemampuan alami mereka, ditunjukkan oleh fakta bahwa sekarang 90% dari orang-orang di Nauru kelebihan berat badan dan 40% diabetes (tertinggi di dunia). Oleh karena itu harapan hidup rendah. Di pulau-pulau di Samudera Pasifik diamati, masing-masing sudah pernah melihat gambar-gambar gadis-gadis langsing di rok rumput di Hawaii, tapi di sini dan sekarang yang langka. Bangsa lain yang mendukung model genetik, para Indian Pima di Amerika Utara. Sampai tahun lima puluhan, mereka tinggal agak tradisional, tapi setelah kedatangan murah karbohidrat dan lemak secara dramatis meningkatkan berat badan dan juga diabetes lebih sering terlihat. Sebuah studi baru-baru pada kebiasaan makan dan perkembangan obesitas dan diabetes menyerahkan hubungan langsung antara karbohidrat dan gangguan. Gagasan bahwa setiap makan dari 'drive lima "harus ada dan bahwa Anda" tiga kali sehari terutama untuk makanan padat, "tampaknya usang.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa infeksi dengan adenovirus obesitas pada hewan (termasuk ayam dan tikus) dapat menyebabkan. Apakah itu juga berlaku untuk manusia, masih belum jelas.
[Edit]
Sosial penyebab
Pada periode tepat setelah Perang Dunia Kedua ke 1960 meningkatkan berat rata-rata orang di Amerika Serikat, namun hanya sedikit yang menderita obesitas. Pada tahun 1960 hampir seluruh penduduk cukup makan, tapi itu umumnya tidak terlalu berat. Dalam 25 tahun sejak 1980 pertumbuhan jumlah penderita obesitas epidemi proporsi.
Sejumlah hal berkontribusi untuk perubahan ini sejak tahun 1980. Sebagian besar percaya bahwa kombinasi dari beberapa faktor.
Salah satu yang paling penting adalah biaya relatif jauh lebih rendah dari makanan: peningkatan efisiensi di bidang pertanian dengan subsidi pertanian di Amerika Serikat dan Eropa, telah menyebabkan harga bahan pangan bagi konsumen yang lebih rendah dari pada waktu sebelumnya dalam sejarah juga. Gula dan sirup glukosa, dua sumber makanan substansial energi, adalah yang paling disubsidi oleh pemerintah Amerika Serikat.
Peningkatan pemasaran seringkali peran. Pada awal tahun delapan puluhan mengangkat rezim Presiden Reagan yang paling peraturan periklanan untuk anak-anak. Akibatnya, jumlah iklan yang rata-rata anak yang terlihat, dan banyak dari mereka untuk makanan cepat saji dan gula-gula. Tersebut bagaimanapun tetap bahwa gelombang obesitas di Amerika sejak awal tahun enam puluhan datang, dan bahwa obesitas adalah fenomena global.
Perubahan harga minyak mineral dan bensin juga diharapkan memiliki dampak, karena itu, tidak seperti selama tujuh puluhan, terjangkau untuk mengemudi di mana saja di Amerika Serikat. Pada saat yang sama lebih banyak wilayah dibangun tanpa taman.
Setiap tahun proporsi yang lebih besar dari angkatan kerja yang bekerja penuh hari di belakang meja atau komputer.
Meningkatnya jumlah rumah tangga dengan dua pendapatan, sehingga yang satu orangtua tidak lagi tetap di rumah untuk mengurus rumah. Hal ini meningkatkan jumlah Takeaway restoran dan makanan.
Di dapur, microwave memastikan bahwa lebih snackt dan makan lebih sedikit makanan segar.
Sejak 1980, cepat saji restoran, pertumbuhan yang sangat besar baik dalam omset dan jumlah pelanggan.
Menariknya, jumlah orang Amerika bahwa makanan berikut juga meningkat sejak kenaikan obesitas. Sekarang diketahui bahwa diet dalam jangka pendek obesitas dapat dikurangi, tetapi seiring waktu lagi dalam memperoleh berat badan. Fenomena itu, yang dikenal sebagai yo-yo efek, sangat kompleks hormonal dan neurologis berdasarkan proses.
[Edit]
Masalah
Orang gemuk sering menderita obesitas mereka. Mereka dapat dengan berat tambahan seringkali sulit berjalan dan bergerak. Hal ini untuk mencegah mereka kemudian meningkatkan tingkat aktivitas mereka dalam rangka untuk menurunkan berat badan.
[Edit]
Perawatan
Banyak yang dilakukan terhadap obesitas. Salah satu praktik semacam itu adalah untuk ahli diet untuk pergi. Kelebihan berat badan yang dapat membantu orang menurunkan berat badan. Bagi orang-orang yang mengalami obesitas adalah multi-disiplin perawatan oleh seorang ahli gizi, fisioterapis, dan Bewegingsagoog psikolog sering perawatan yang terbaik, karena dengan begitu diet, olahraga, perilaku dan perasaan dapat diatasi. Hal ini juga memungkinkan untuk menggunakan pembedahan untuk menurunkan berat badan. Medis istilah, yang bariatrik operasi. Beberapa contoh adalah Lambung stapel, lambung bypass, duodenum switch, Scopinaro, lambung band, sedot lemak dan lambung balon.
[Edit]
Komplikasi
Obesitas berkorelasi (dalam penelitian epidemiologi) dengan berbagai komplikasi. Bagi banyak keluhan ini tidak ditetapkan dengan jelas sejauh mana mereka disebabkan langsung oleh obesitas itu sendiri atau sebab lain (seperti latihan terbatas) yang menyebabkan obesitas juga.
Contoh komplikasi utama adalah:
diabetes
Tinggi tekanan darah
penyakit jantung
peningkatan kolesterol
infertilitas
punggung
osteoarthritis dari pinggul, lutut dan pergelangan kaki
depresi dan rendah diri
Sementara Obesitas kuat menyebabkan banyak masalah kesehatan, orang-orang yang kelebihan berat badan agak sedikit meningkat mortalitas atau morbiditas. Beberapa studi menunjukkan bahwa sedikit "gemuk" orang hidup lebih lama daripada mereka yang "ideal" berat.
[Edit]
Therapy
Perawatan kegemukan yang didasarkan pada dua pilar energi-Pembatasan diet dan peningkatan aktivitas fisik. Ini digunakan untuk mengobati obesitas bertujuan untuk mencapai berat badan normal. Ini objektif, dalam praktiknya tidak layak untuk banyak pasien. Beberapa studi medis juga menunjukkan bahwa kehilangan berat 5-15% penurunan risiko komplikasi secara signifikan telah dikurangi. Oleh karena itu saat ini agak mencari berat badan yang terbatas. Lebih penting dari penurunan berat badan adalah untuk menjaga mereka.
Banyak penelitian berfokus pada obat baru untuk memerangi obesitas, sebagai masalah kesehatan terbesar terlihat di negara maju. Beberapa ahli gizi percaya bahwa dana penelitian ini bisa lebih baik ditujukan untuk nasihat mengenai gizi yang baik, sehat dan mempromosikan gaya hidup aktif.
Obat yang diresepkan untuk obesitas, seperti menjaga diet dan olahraga tidak bekerja, adalah orlistat dan sibutramine. Permohonan rimonabant pada Oktober 2008 dari pasar.
Pembedahan ini juga digunakan untuk kapasitas perut (mengurangi asupan makanan) atau panjang usus (mengurangi asupan makanan) untuk mengurangi. Hal ini mungkin melalui pengurangan lambung oleh afnieten dari bagian perut, lambung dalam penempatan balon tiup, dengan menghapus sebagian dari panjang usus (lambung pintas), atau dengan melampirkan itu satu sama lain dari atas dan rahang bawah hanya membolehkan makanan cair dapat digunakan. Hasil dari metode yang berbeda sangat bervariasi. Tampak bahwa penyisipan sebuah balon lambung tidak lebih baik daripada diet. Penghapusan atau pengalihan sebagian dari panjang usus memberikan informasi yang paling berat badan. Namun, operasi besar ini menyebabkan banyak efek samping berbahaya. Pembedahan sebagai pengobatan obesitas oleh karena itu hanya cocok perawatan dalam kasus-kasus serius.
[Edit]
Kontroversi
Ada perdebatan terus menerus obesitas, di beberapa tingkat.
[Edit]
Medicalization kegemukan
Ada juga kontroversi mengenai apakah konsep "obesitas" adalah valid. Kritikus ini berpendapat bahwa orang yang aktif secara fisik lebih sehat daripada menetap terlepas dari berat badan mereka. Penekanan pada berat badan dan massa tubuh diberi makan, dalam pandangan mereka, promosi dari industri makanan, perusahaan farmasi dan segmen profesi medis untuk tujuan keuntungan.
[Edit]
Medical tanggapan untuk obesitas
Konvensional dokter menyarankan strategi untuk menurunkan berat badan untuk mengurangi resiko kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Ada kontroversi baik atas apa yang realistis strategi-strategi itu meliputi, dan apakah target ini benar-benar menghasilkan hasil kesehatan yang lebih baik.
Strategi pengurangan berat termasuk perubahan pola makan, olahraga rezim, obat-obatan untuk menurunkan berat badan dan perawatan bedah (lihat Therapy, di atas, untuk daftar lengkap). Dari jumlah tersebut yang "keajaiban diet" yang paling diperebutkan. Beberapa studi menunjukkan bahwa jangka pendek berat sering menyebabkan perubahan metabolisme dalam jangka panjang hanya menyebabkan kenaikan berat badan.
[Edit]
Lihat juga
Diet
Indeks massa tubuh
Manuel Uribe
Eric Verberne
[Edit]
Pranala luar
Asosiasi Obesitas Belanda
kelebihan berat badan pengetahuan Belanda
Belanda Center for Obesitas
HEPATITIS
HEPATITIS
Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).
Hepatitis A
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.
Hepatitis B
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.
Hepatitis D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.
Hepatitis E
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.
Hepatitis F
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.
Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.
Mencegah Kanker Hati
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.
Istilah "Hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut ( hepatitis A ) dapat pula hepatitis kronik ( hepatitis B,C ) dan adapula yang kemudian menjadi kanker hati ( hepatitis B dan C ).
Hepatitis A
Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.
Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.
Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.
Hepatitis B
Gejala mirip hepatitis A, mirip flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia.
Pengobatan dengan interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun yang lalu. Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah pecandu narkotika, orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
Mengenai hepatitis C akan kita bahas pada kesempatan lain.
Hepatitis D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.
Hepatitis E
Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.
Hepatitis F
Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.
Hepatitis G
Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik. Semoga pengetahuan ini bisa berguna bagi Anda dan dapat Anda teruskan kepada saudara ataupun teman Anda.
Mencegah Kanker Hati
KANKER hati merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B atau Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi Hepatitis B atau C.
Penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C sering dialami penduduk Indonesia. Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C dapat ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah.
Pada umumnya dewasa ini di negeri kita transfusi darah sudah aman, darah yang akan diberikan diskrining Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil. Gejala penyakit Hepatitis, virus biasanya dimulai dengan demam, pegal otot, mual, mata menjadi kuning, dan air seni berwarna kemerahan seperti air teh. Namun, tidak semua orang mengalami gejala seperti itu.
Gejala Hepatitis C biasanya lebih ringan dibandingkan dengan Hepatitis A atau B. Setelah terserang Hepatitis A pada umumnya penderita sembuh secara sempurna, tidak ada yang menjadi kronik. Hepatitis B juga sebagian besar akan sembuh dengan baik dan hanya sekitar 5-10 persen yang akan menjadi kronik. Bila hepatitis B menjadi kronik maka sebagian penderita hepatitis B kronik ini akan menjadi sirosis hati dan kanker hati.
Pada Hepatitis C penderita yang menjadi kronik jauh lebih banyak. Sebagian penderita Hepatitis C kronik akan menjadi sirosis hati dan kanker hati. Hanya sebagian kecil saja penderita Hepatitis B yang berkembang menjadi kanker hati. Begitu pula pada penderita Hepatitis C hanya sebagian yang menjadi kanker hati. Biasanya diperlukan waktu 17 sampai dengan 20 tahun seorang yang menderita Hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati atau kanker hati.
Sekarang memang ada obat baru untuk Hepatitis B yang disebut lamivudin. Obat ini berupa tablet yang dimakan sekali sehari. Sedangkan jika diperlukan pengobatan untuk Hepatitis C tersedia obat Interferon (suntikan) dan Ribavirin (kapsul). Namun penggunaan obat-obat tersebut memerlukan pengawasan dokter.
Hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan anti HBs positif berarti Anda pernah terinfeksi virus Hepatitis B, namun virus tersebut sudah tidak ada lagi dalam darah Anda (HbsAg negatif). Itu bahkan menunjukkan bahwa Anda sekarang sudah mempunyai kekebalan terhadap Hepatitis B (anti HBs positif). Karena itu selama kadar antibodi anti HBs Anda tinggi, maka Anda tak perlu lagi divaksinasi. Imunisasi Hepatitis B dapat dimulai sejak bayi.
Anti HCV negatif artinya Anda belum pernah terinfeksi Hepatitis C. Sampai sekarang ini belum ada vaksin untuk Hepatitis C sehingga Anda dianjurkan agar berhati-hati sehingga tidak tertular Hepatitis C. Jadi hindari kontak dengan cairan tubuh orang lain. Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hati adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Ini telah dibuktikan di banyak negara. Ternyata, negara-negara yang mempunyai program imunisasi Hepatitis B yang baik kekerapan kanker hati menurun dengan nyata. Mudah-mudahan masyarakat kitapun peduli terhadap imunisasi Hepatitis B ini.
F I L A R I A S I S
F I L A R I A S I S
Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas
WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun. Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.
Cara Penularan :
Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 ? 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah.
Pengobatan :
secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 ? 10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet ) ; pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual / selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat tergantung dari keadaan kasus.
Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas
WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun. Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.
Cara Penularan :
Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III ( L3 ). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil ( mikrofilaria ) sewaktu menghisap darah penderita mengandung microfilaria atau binatang reservoir yang mengandung microfilaria. Siklus Penularan penyakit kaiki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk ( vector ) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoair.
Gejala klinis Filariais Akut adalah berupa ; Demam berulang-ulang selama 3 ? 5 hari, Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat ; pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiap (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit ; radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis) ; filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah ; pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema). Gejal klinis yang kronis ; berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).
Diagnosis
Filariasis dapat ditegakkan secara Klinis ; yaitu bila seseorang tersangka Filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis ; dengan pemeriksaan darah jari yang dilakukan mulai pukul 20.00 malam waktu setempat, seseorang dinyatakan sebagai penderita Filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahan ; adalah dengan berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector ( mengurangi kontak dengan vector) misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk ; dengan membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk ; membersihkan semak-semak disekitar rumah.
Pengobatan :
secara massal dilakukan didaeah endemis dengan menggunakan obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dikombinasikan dengan Albenzol sekali setahun selama 5 ? 10 tahun, untuk mencegah reaksi samping seperti demam, diberikan Parasetamol ; dosis obat untuk sekali minum adalah, DEC 6 mg/kg/berat badan, Albenzol 400 mg albenzol (1 tablet ) ; pengobatan missal dihentikan apabila Mf rate sudah mencapai < 1 % ; secara individual / selektif; dilakukan pada kasus klinis, baik stadium dini maupun stadium lanjut, jenis dan obat tergantung dari keadaan kasus.
Langganan:
Postingan (Atom)